BELANJA HEMAT

Pembayaran



Bank Mandiri Cabang Universitas Airlangga Surabaya

No 1410009833567

a/n Mochamad Soebecha

PEMBAYARAN PAYPALL

Jam Layanan

Senin s/d Jum'at
Jam 8.30 s/d 16.00

Sabtu :
Jam 8.30 s/d 14.00

 

Minggu & hari Besar : LIBUR

PEMBELIAN ONLINE BUKA SELAMA 24 JAM SEHARI 7 HARI SE MINGGU

Pengiriman kami lakukan jam 9.00 s/d 14.00 Setiap Hari.
Pembelian yang melebihi jam tersebut akan kami kirim pada hari beikut nya.

Who's Online

We have 6 guests online

Ketika Terkena Luka Bakar, Apa Yang Harus Dilakukan?

  • PDF

Dalam keseharian kita, seringkali berhubungan dengan hal-hal yang membahayakan. Contohnya saja para ibu rumah tangga yang setiap hari bekerja di dapur untuk menyiapkan makanan bagi seluruh anggota keluarga. Yang mereka kerjakan sangat berisiko menimbulkan kecelakan jika tidak dilakukan dengan hati-hati. Karena sudah banyak kasus adanya kecelakaan yang berakibat luka bakar terjadi di dapur. Mulai tersiram air panas, atau terkena minyak, apalagi sekarang ini marak terjadinya peledakan tabung gas dan masih banyak lagi yang lain. Mungkin bagi korban yang luka bakarnya masih ringan  tidak perlu terlalu cemas, tapi bagaimana dengan yang luka bakarnya tergolong berat, apa yang harus dilakukan untuk menanganinya? Apalagi tidak sedikit penderita luka bakar yang tidak tertolong jiwanya. Nah, kali ini kita akan belajar bersama-sama tentang luka bakar ini. Apa yang harus dilakukan pada penderita luka bakar, dan mengapa penderita luka bakar bisa sampai kehilangan nyawa, semuanya akan kita bahas dalam artikel kita kali ini.

Luka bakar adalah terpaparnya tubuh manusia oleh zat yang bersuhu tinggi  atau yang dapat memicu suhu tinggi, baik karena reaksi kimia maupun reaksi fisika, misalnya api, air panas, listrik, bahan kimia dan radiasi. Jenis luka yang ditimbulkan dapat beraneka ragam dan memiliki penanganan yang berbeda tergantung jenis jaringan yang terkena luka bakar, tingkat keparahan, dan komplikasi yang terjadi akibat luka tersebut. Luka bakar dapat merusak jaringan otot, tulang, pembuluh darah dan jaringan epidermal yang mengakibatkan kerusakan yang berada di tempat yang lebih dalam dari akhir sistem persarafan.

Klasifikasi derajat luka bakar

Luka bakar derajat 1 (luka bakar superficial)

Luka bakar hanya terbatas pada lapisan epidermis. Luka bakar derajat ini ditandai dengan kemerahan yang biasanya akan sembuh tanpa jaringan parut dalam waktu 5 – 7 hari.

Luka bakar derajat 2 (luka bakar dermis)

Luka bakar derajat 2 mencapai kedalaman dermis tetapi masih ada element epitel yang tersisa, seperti sel epitel basal, kelenjar sebasea, kelenjar keringat, dan folikel rambut. Dengan adanya sisa epitel yang sehat ini, luka dapat sembuh sendiri dalam 10 – 21 hari. Oleh karena kerusakan kapiler dan ujung syaraf di dermis, luka derajat ini tampak lebih pucat dan lebih nyeri dibandingkan luka bakar superficial, karena adanya iritasi ujung syaraf sensorik. Juga timbul bula berisi cairan eksudat yang keluar dari pembuluh karena permeabilitas dindingnya meninggi. Luka bakar derajat 2 dibedakan menjadi:

  • Derajat dua dangkal , dimana kerusakan mengenai bagian superficial dari dermis dan penyembuhan terjadi secara spontan dalam 10- 14 hari
  • Derajat dua dalam , dimana kerusakan mengenai hampir seluruh bagian dermis. Bila kerusakan lebih dalam mengenai dermis, subyektif dirasakan nyeri. Penyembuhan terjadi lebih lama tergantung bagian dari dermis yang memiliki kemampuan reproduksi sel-sel kulit ( epitel, stratum germinativum, kelenjar keringat, kelenjar sebasea dan sebagainya) yang tersisa. Biasanya penyembuhan terjadi dalam waktu lebih dari satu bulan.

Luka bakar derajat 3

Luka bakar derajat tiga meliputi seluruh kedalaman kulit, mungkin subkutis, atau organ yang lebih dalam. Oleh karena tidak ada lagi elemen epitel yang hidup maka untuk mendapatkan kesembuhan harus dilakukan cangkok kulit. Koagulasi protein yang terjadi memeberikan gambaran luka bakar berwarna keputihan, tidak ada bula dan tidak nyeri.

Luas luka bakar

Penentuan luas luka bakar pada kulit adalah penting pada kasus – kasus dimana kematian terjadi lambat oleh karena luas dan derajat luka bakar sangat penting pengaruhnya terhadap prognosis dan managemen pengobatannya. Untuk perhitungan luas luka bakar secara tradisional dihitung dengan menggunakan `Rule of Nines` dari Wallace. Dikatakan bahwa luka bakar yang terjadi dapat diindikasikan sebagai presentasi dari total permukaan yang terlibat oleh karena termal injury. Bila permukaan tubuh dihitung sebagai 100 %, maka kepala adalah 9 %, tiap – tiap ekstremitas bagian atas adalah 9 %, dada bagian depan adalah 18 %, bagian belakang adalah 18 5, tiap-tiap ekstremitas bagian bawah adalah 18 % dan leher 1 %.

Rumus tersebut tidak dapat digunakan pada anak dan bayi karena relatif luas permukaan kepala anak jauh lebih besar dan luas relatif permukaan kaki lebih kecil. Oleh karena itu, digunakan `Rule of ten` untuk bayi dan `Rule of 10-15-20` dari Lund and Browder untuk anak. Dasar presentasi yang digunakan dalam rumus tersebut adalah luas telapak tangan dianggap seluas 1. %

Derajat dan luas luka bakar tergantung pada banyak faktor seperti jarak korban dengan api, lamanya eksposure, bahkan pakaian yang digunakan korban pada waktu terjadinya kebakaran. Komposisi pakaian dapat menentukan derajat keparahan dan luasnya luka bakar. Kain katun murni akan mentransmisi lebih banyak energi thermal ke kulit dibandingkan dengan bahan katun polyester. Bahan katun terbakar lebih cepat dan dapat menghasilkan luka bakar yang besar dan dalam. Bila bahan yang dipakai kandungan poliesternya lebih banyak akan menyebabkan luka bakar yang relatif ringan atau kurang berat. Bahan rajutan akan menghasilkan daerah luka bakar yang relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan bahan pintalan. Sehingga dapat dikatakan bahwa bila bahan yang dipakai bertambah berat maka daerah yang terbakar akan berkurang. Selain itu derajat luka bakar akan berkurang bila pakaian yang dipakai korban ketat dan mengelilingi tubuh.

Tahapan Perawatan Korban Kecelakaan Luka Bakar

Sebagaimana telah diungkapkan, akibat yang ditimbulkan oleh kecelakaan luka bakar dipastikan begitu dahsyat dan membutuhkan perawatan yang sangat serius dan komprehensif. Adapun tahapan perawatan terhadap korban kecelakaan luka bakar yang dimaksud adalah meliputi tahapan sebagai berikut:

Tahap 1 : Fase Resusitasi / Fase Kritis

Tahap ini berlangsung sekitar 2 - 6 minggu sesuai dengan kondisi luka bakar dan kondisi penyerta lainnya. Pada tahap ini penderita dengan luka bakar berat akan dirawat di ruang ICU Luka Bakar. Tujuan utama tahap ini adalah mempertahankan hidup penderita.

Tahap 2 : Fase Penyembuhan Luka

Tahap penyembuhan luka sangat dipengaruhi oleh derajat dan luas area luka bakar serta ketepatan dalam pola perawatan luka bakar. Perawatan luka bakar diseluruh dunia dibagi dalam dua kriteria besar:

  • Perawatan Luka Bakar secara Terbuka, Perawatan secara terbuka dilakukan dengan tidak menutup luka bakar tersebut. Perawatan secara terbuka ini kurang sesuai untuk kondisi di Indonesia karena tingginya kelembaban udara memudahkan timbulnya infeksi pada luka bakar yang dirawat secara terbuka. Selain itu perawatan luka secara terbuka memudahkan penguapan yang akan berakhir dengan mudah terjadinya dehidrasi berulang
  • Perawatan Luka Bakar secara Tertutup, Perawatan dilakukan dengan menutup luka bakar. Keuntungan dengan cara ini adalah berkurangnya penguapan dan memperkecil kemungkinan infeksi dengan mengurangi pemaparan terhadap mikroorganisme

Tahap 3 : Fase Pengembalian Fungsi Anggota Gerak

Fase ini dilakukan untuk mengindari terjadinyagangguan fungsi pada anggota gerak setelah luka bakar sembuh atau kering (tertutup epitel) baik secara tumbuh sendiri atau setelah dilakukan tandur alih kulit, diantaranya adalah dengan melakukan Fisiotheraphy.Jika terjadi gangguan fungsi anggota gerak biasanya akan dilakukan upaya dengan membuang skar dan keloid yang mengganggu gerakan. Luka baru yang terbuka dan terbentuk karena tindakan ini akan ditutup dengan tandur alih kulit dengan ketebalan yang mencukupi yang biasanya diambil dari lipat paha penderita.

Untuk pencegahan pembentukan skar yang tebal dan kontraktur setelah luka bakar kering dapat dipasangkan pressure garment(pakaian yang dapat menekan dengan kekuatan tertentu) yang dipakai oleh pasien antara 8-12 jam / hari

Tahap 4 : Fase Estetika/ Penampilan

Fase ini merupakan hal terakhir dan tersulit pada pasien luka bakar, karena setipis dan sekecil apapun luka bakar akan menimbulkan bekas yang sulit dihilangkan dan akan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menyamarkan bekas tersebut.

Hendaknya sudah diantisipasi dan dipersiapkan sejak awal penderita mengalami luka bakar ini. Beberapa yang dapat dilakukan setelah luka kering dengan memberikan sediaan yang menghambat terjadinya keloid (beberapa sediaan seperti Mederma, Kenacort, Silgel) dengan berbagai komponen yang berbeda, sampai saat ini belum memberikan hasil seperti yang diharapkan. Penelitian terakhir menuju ke arah pencarian Mormon yang terdapat di dalam janin yang dapat menyembuhkan luka tanpa menimbulkan bekas.

Demikianlah  pembahasan mengenai klasifikasi dan luas luka bakar hingga tahapan perawatannya. Pada artikel selanjutnya kita akan membahas tentang mortalitas pada luka bakar. Kami berharap artikel ini memberikan manfaat untuk Anda semua.

Diolah dari berbagai sumber