Menu Utama

Pembayaran

Bank Mandiri Cabang Universitas Airlangga Surabaya
No 1410009833567
a/n Mochamad Soebecha
PEMBAYARAN PAYPALL

Testimoni Pelanggan
- Ternyata Habbatussauda Meningkatkan Vitalitas dan Mencegah Ejakulasi Dini
- Minum Azzam, Haid 2 Tahun Yang Berhenti Lancar Kembali
- Minum Habbatussauda Darah Saat Bekam Menjadi Lancar
- Batu Ginjal Sembuh Berkat Azzam
- Sudah enak untuk sujud saat sholat
- Anak saya tidak mudah batuk berkat Azzam
- Infeksi paru-paru sembuh berkat Azzam
- BAB Lancar Berkat Azzam
- Nafsu Makan Bertambah Berkat Azzam
- Azzam Habbatussauda bisa dijadikan obat luka
Jam Layanan
Senin s/d Jum'at
Jam 8.30 s/d 16.00
Sabtu :
Jam 8.30 s/d 14.00
Minggu & hari Besar : LIBUR
PEMBELIAN ONLINE BUKA SELAMA 24 JAM SEHARI 7 HARI SE MINGGU
Pengiriman kami lakukan jam 9.00 s/d 14.00 Setiap Hari.
Pembelian yang melebihi jam tersebut akan kami kirim pada hari beikut nya.
Who's Online
Epilepsi Dapat Diobati Dengan Habbatussauda
Kata epilepsi atau bisa disebut dengan "ayan" mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Banyak kasus yang berkembang di masyarakat, yang menganggap penderita epilepsi adalah sumber malapetaka, sehingga banyak yang menjauhi. Dan yang lebih parah lagi, dulu masyarakat menganggap epilepsi sebagai akibat kutukan "hasil perbuatan orang" atau kesurupan. Sebenarnya, apa itu penyakit epilepsi, dan apa yang harus kita lakukan ketika di sekeliling kita terdapat penderita epilepsi? Jawabannya akan kami jabarkan secara ringkas, dan semoga informasi ini dapat bermanfaat untuk Anda semua.
Dikenal sejak zaman purba
Epilepsi berasal dari bahasa Yunani epilambanein yang berarti 'serangan dari luar yang menyebabkan seseorang jatuh' dan sudah diselidiki sejak beratus abad yang lalu. Sebenarnya pada abad ke-5 SM Hypocrates sudah mensinyalir bahwa epidemi merupakan gangguan pada otak. Tapi, baru di abad ke -18 M, Hughlings Jackson berhasil meyakinkan dunia bahwa epilepsi adalah gejala lepasnya muatan listrik sel-sel otak secara tidak beraturan, berlebihan dan bersifat sementara, Oleh karena itu, istilah yang dianggap lebih tepat adalah kebangkitan sebagai ganti serangan.
Kebangkitan epilepsi
Semua jaringan hidup termasuk sel tak mempunyai kegiatan listrik yang dalam keadaan normal berupa ritme yang teratur. Adanya gangguan fungsi pada susunan saraf pusat menyebabkan sekelompok sel otak melepaskan muatan listrik secara berlebihan dan tidak beraturan. Keadaan inilah yang dinamakan kebangkitan epilepsi.
Epilepsi dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu epilepsi yang tidak diketahui sebabnya atau epilepsi ediopatik dan epilepsi simptomatik yang jelas penyebabnya. Yang dimaksud penyebabnya jelas ini antara lain timbul akibat kerusakan otak karena kesulitan pada saat kelahiran, cedera kelapa akibat kecelakan, radang otak, tumor otak, penyempitan pembuluh darah otak 9arterioskleorosis), keracunan dan sebagainya.
Bentuk bangkitan epilepsi
- Grand mal. Grand mal merupakan bentuk bangkitan yang dikenal atau mudah teramati dengan adanya kejang. Dalam hal ini penderita mulai dengan merasakan aura atau tanda awal bangkitan. Bentuk aura bermacam-macam, bisa berupa perasaan aneh, mencium bau tertentu, mendengar suara-suara, melihat kilatan cahaya, pusing atau tanda lainnya. Fase berikutnya adalah kekejangan otot di sluruh tubuh yang dapat menyebabkan penderita jatuh diiringi suatu "jeritan epilepsi". Kemudian kejang berubah menjadi gerakan yang menyentak dengan tangan tertekuk, tungkai lurus dan napas tertahan. Kadang-kadang dari mulut penderita keluar air liur atau ia mengompol. Kejadian ini rata-rata berlangsung selama 1/2 sampai 2 menit. Setelah kejang penderita akan tampak lemah dan tertidur beberapa saat. Umumnya ketika terbangun penderita merasa lelah, sakit kepala, pegal-pegal, muntah atau bingung.
- Lena (absence). Berbeda dengan grand mal, maka lena (absence) atau jika terjadi pada anak-anak disebut petit mal berlangsung hanya beberapa detik tanpa kejang nyata. Penderita hanya tampak bengong sejenak untuk kemudian melanjutkan kegiatan seolah-olah tidak terjadi suatu apapun. Walaupun kebangkitan hanya berlangsung beberapa detik, bangkitan ini bisa terjadi lebih dari 10 kali dalam sehari. Selain itu, meskipun petit mal tidak disertai dengan kejang-kejang tapi kerusakan yang ditimbulkan pada sel-sel otak tidak kalah dengan grand mal. Oleh karena itu, epilepsi jenis apapun perlu ditangani dengan serius.
- Epilepsi Jacksonian merupakan bangkitan yang ketiga. Pada epilepsi ini kekejangan hanya terjadi pada salah satu sisi tubuh dan penderita tidak kehilangan kesadarannya. Kadang-kadang yang terjadi bukan kejang, melainkan kesemutan atau mati rasa.
- Epilepsi psikomotor, berupa gerakan berulang-ulang yang tidak disadari oleh penderita, misalnya mengecapkan mulut, menggeleng-geleng, membuka atau mencabik baju, jalan atau lari ke suatu tempat tanpa sadar.
Umumnya bangkitan epilepsi akan berhenti dengan sendirinya setelah beberapa detik atau menit. Tapi ada bangkitan yang berbentuk seperti grand mal dan sambung menyambung. Keadaan ini disebut status epileptikus. Bangkitan semacam ini sangat berbahaya, karena otak dapat mengalami cedera, karena kekurangan oksigen, sehingga penderita harus memperoleh pertolongan secepatnya.
Pencetus bangkitan epilepsi
Pada dasarnya setiap orang dapat mengalami bangkitan epilepsi dalam keadaan tertentu. Misalnya, terlalu banyak minum alkohol, kehilangan banyak cairan (dehidrasi), penurunan kadar gula darah atau menerima rangsangan cahaya berlebihan. Tidak berarti orang yang bersangkutan menderita epilepsi. Seseorang baru dikatakan terkena epilepsi jika bangkitan terjadi berulang-ulang.
Epilepsi bisa timbul sejak lahir, di masa kecil atau setelah dewasa. Epilepsi yang muncul ketika dewasa umumnya merupakan akibat cedera kepala, tumor otak atau arteriosklerosis. Tapi kadang-kadang ada juga yang penyebabnya tidak dapat diteksi. Pencetus bangkitan bermacam-macam, seperti bahan kimia, kilatan lampu, pantulan sinar matahari, sinar dari pesawat televisi, kelelahan atau stres.
Dapat dikontrol
Penentuan adanya epilepsi dapat dilakukan lewat pemeriksaan EEG (electroencephalograph), yang merekam aktivitas listrik sel-sel otak. Dengan alat ini gelombang abnormal dari petit mal atau epilepsi psikomotor dapat dideteksi. Untuk ini kadang-kadang diperlukan rangsangan-rangsangan tertentu.
Bangkitan epilepsi yang terjadi berkali-kali justru akan merusak sel otak. Hal ini dapat dicegah dengan obat pengontrol. Beberapa jenis obat pengontrol epilepsi diantaranya fenobarbital, luminal, fenetoin sodium, mesantoin, carbamazepin, trimethandion, clonazepam dan sebagainya. Penggunaan obat-obatan tersebut tidak berpengaruh menurunkan daya pikir. Tapi, dengan menggunakannya bertahun-tahun membuktikan obat-obatan tersebut cukup ampuh, walaupun tidak terlepas dari efek samping, yang bentuknya tergantung dari reaksi tubuh penderita secara individual.
Dengan mengontrol bangkitan epilepsi itu sendiri, tidak akan mengganggu kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu obat harus dimakan secara teratur. Jika penderita bebas bangkitan selama 2-3 tahun, maka obat dapat dikurang dosisnya secara bertahap untuk kemudian berhenti sama sekali. Tapi penghentian ini tidak boleh dilakukan secara sembarangan, harus dengan persetujuan dokter. Dan juga dikhawatirkan akan memunculkan bangkitan yang lebih parah dari sebelumnya.
Epilepsi Jacksonian dapat dihilangkan melalui operasi, yaitu membenahi bagian otak yang terganggu. Demikian juga epilepsi yang disebabkan oleh tumor otak, radang otak atau arteriosklerosis.
Tidak ada halangan bagi penderita epilepsi untuk menikah. Kemungkinan epilepsi diturunkan sangat kecil. Itupun terbatas pada epilepsi isiopatik. Sebenarnya yang diturunkan adalah kepekaan terhadap rangsangannya. Meskipun demikian sangat tidak dianjurkan pernikahan sesama penderita epilepsi. Selain itu penderita epilepsi boleh hamil asalkan dengan pengawasan. Karena dosis pengobatan yang tidak sesuai dapat berbahaya bagi janin. Kelainan yang dapat terjadi adalah anemia, perdarahan, bibir sumbing, langit-langit tidak menutup, kelainan ginjal dan jantung. Di lain pihak menghentikan obat-obatan juga akan membahayakan janin, terutama bila terjadi kekejangan.
Apa yang harus dilakukan ketika menghadapi penderita yang mengalami bangkitan epilepsi?
- Tetap tenang dan jaga agar penderita tidak terluka dengan menyingkirkan benda-benda berbahaya di skeitarnya.
- Jangan membuka atau memasukkan benda ke mulut penderita. Hal ini akan melukai penderita bahkan mematahkan giginya. Kalaupun lidah sampai tergigit biasanya pada kejang pertama dan pertolongan sudah terlambat dilakukan
- Jika bangkitan berakhir, baringkan penderita secara miring dengan melonggarkan pakaiannya agar ia mudah mengambil napas.
- Jangan memberi minum pada penderita. Hal ini akan menimbulkan sumbatan pada jalan napas, infeksi paru bahkan kematian
- Tenangkan penderita jika ia sudah sadar. Biasanya sehabis bangkitan penderita merasa gelisah atau gelisah.
- Jika salah satu anggota keluarga Anda mengalami bangkitan epilepsi untuk pertama kalinya, beri dokter penjelasan secara terinci tentang apa yang terjadi sebelum dan sesudah bangkitan. Ini sangat membantu dalam pembuatan diagnosa.
- Anak yang mengalami kejang akibat demam tinggi jangan dibiarkan kepanasan. Bukalah selimut dan baju tebalnya. Jika suhu meningkat di atas 39,4 derajat celsiusm kompreslah dengan handuk hangat sampai suhu turun.
Habbatussauda dapat mengobati epilepsi
Seusai dengan yang terdapat pada khasiat habbatussauda, epilepsi dapat disembuhkan dengan habbatussauda. Karena di dalam habbatussauda terdapat zat glutamic acid yang berfungsi sebagai anti epilepsy. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan adanya sebuah penelitian yang dilakukan di Department of Pediatrics and Pediatric Neurology, Mashhad University of Medical Sciences, Ghaem Medical Center, Mashhad, Iran. Dalam penelitian tersebut membuktikan bahwa ekstrak air dari habbatussauda dengan dosis 40 mg/kg BB/8 jam, dapat memberikan efek antiepileptik pada penderita epilepsi dengan refractory seizures.
Diolah dari berbagai sumber



