Menu Utama

Pembayaran

Bank Mandiri Cabang Universitas Airlangga Surabaya
No 1410009833567
a/n Mochamad Soebecha
PEMBAYARAN PAYPALL

Testimoni Pelanggan
- Ternyata Habbatussauda Meningkatkan Vitalitas dan Mencegah Ejakulasi Dini
- Minum Azzam, Haid 2 Tahun Yang Berhenti Lancar Kembali
- Minum Habbatussauda Darah Saat Bekam Menjadi Lancar
- Batu Ginjal Sembuh Berkat Azzam
- Sudah enak untuk sujud saat sholat
- Anak saya tidak mudah batuk berkat Azzam
- Infeksi paru-paru sembuh berkat Azzam
- BAB Lancar Berkat Azzam
- Nafsu Makan Bertambah Berkat Azzam
- Azzam Habbatussauda bisa dijadikan obat luka
Jam Layanan
Senin s/d Jum'at
Jam 8.30 s/d 16.00
Sabtu :
Jam 8.30 s/d 14.00
Minggu & hari Besar : LIBUR
PEMBELIAN ONLINE BUKA SELAMA 24 JAM SEHARI 7 HARI SE MINGGU
Pengiriman kami lakukan jam 9.00 s/d 14.00 Setiap Hari.
Pembelian yang melebihi jam tersebut akan kami kirim pada hari beikut nya.
Who's Online
Apa itu Kolesterol?
Bila dilihat dari judul artikel ini, pasti Anda sudah mengenal apa itu kolesterol. Tapi sayangnya, kadang kita sendiri pun tidak mengetahui dengan benar apa itu kolesterol. Walaupun ada juga kolesterol yang baik untuk tubuh kita, tapi ada juga kolesterol yang jahat yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, misalnya jantung, stroke. Sebenarnya yang mana kolesterol baik dan mana yang jahat. Lalu apa yang harus kita lakukan jika kita menerima hasil tes kolesterol yang menunjukkan kadar kolesterol kita tinggi? Semuanya akan kita urai dalam pembahasan berikut ini.
Apa itu kolesterol?
Kolesterol adalah salah satu komponen lemak, selain trigliserida, fosfolipid, dan asam lemak bebas. Kolesterol berfungsi membentuk dinding sel (membran sel) dalam tubuh. Selain itu ia juga berperan penting dalam produksi hormon seks, vitamin D, serta untuk fungsi otak dan saraf. Manusia rata-rata membutuhkan 1.100 miligram kolesterol per hari untuk memelihara dinding sel dan fungsi fisiologis lain.
Kolesterol yang terdapat dalam tubuh manusia berasal dari dua sumber utama yaitu dari makanan yang dikonsumsi dan dari pembentukan oleh hati. Kolesterol yang berasal dari makanan terutama terdapat pada daging, unggas, ikan, dan produk olahan susu. Jeroan daging seperti hati sangat tinggi kandungan kolesterolnya, sedangkan makanan yang berasal dari tumbuhan justru tidak mengandung kolesterol sama sekali.
Setelah makan, kolesterol akan diserap oleh usus halus untuk selanjutnya masuk ke sirkulasi darah dan disimpan dalam suatu mantel protein. Mantel protein-kolesterol ini kemudian dikenal dengan nama kilomikron.
Hati sendiri mempunyai fungsi ganda yaitu mengambil kolesterol dari sirkulasi darah dan memproduksi kembali kolesterol bila keadaan memungkinkan. Setelah makan, hati akan menyaring kilomikron yang berada di sirkulasi darah, lalu diantara waktu makan, hati akan mengeluarkan kembali kolesterol yang diserap tersebut kembali ke peredaran darah. Disini hati memegang peranan dalam menjaga keseimbangan kolesterol yang berada dalam sirkulasi darah manusia.
Kolesterol Baik dan Jahat
Terdapat berbagai macam kolesterol di dalam darah. Ada yang bersahabat dengan tubuh, tapi tidak sedikit yang berbahaya. Kolesterol yang termasuk kategori kolesterol baik adalah HDL (High Density Lipoproteins). Sekitar 0,25 hingga 0,33 bagian kolesterol dalam darah terdiri atas kolesterol HDL. Adapun kolesterol yang tergolong jahat adalah LDL (Low Density Lipoproteins), Trigliserida, dan Lp(a). Kadar HDL yang tinggi dalam darah (sekitar 40 mg/dL atau lebih) baik untuk kesehatan. Sebaliknya, kadar LDL yang tinggi (100 mg/dL atau lebih) merupakan pertanda buruk. Penumpukan LDL pada dinding pembuluh darah dapat menyebabkan pengerasan dinding pembuluh darah (aterosklerosis) dan menyumbat aliran darah yang bisa berakibat fatal.
Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak, jantung, ginjal, organ vital lainnya, serta lengan dan tungkai. Jika aterosklerosis terjadi di dalam arteri yang menuju ke otak (arteri karotid), maka bisa terjadi stroke. Jika terjadi di dalam arteri yang menuju ke jantung (arteri koroner), bisa terjadi serangan jantung. Kolesterol HDL sebaliknya sering disebut dengan kolesterol baik karena kolesterol ini mencegah terjadinya atherosklerosis dengan cara mengeluarkan kolesterol jahat dari dinding arteri dan mengirimkannya ke hati.
Jadi, bila kadar kolesterol LDL tinggi sedangkan kadar kolesterol HDL rendah maka merupakan faktor risiko terjadinya atherosklerosis. Sebaliknya yang diharapkan adalah kadar kolesterol LDL rendah dan kadar kolesterol HDL yang tinggi.
Siapa saja yang berisiko ?
Yang berisiko terkena kolesterol bisa siapa saja, tidak mengenal usia dan tidak mengenal berbadan kurus atau gemuk. Selain itu yang dapat berisiko adalah orang-orang yang pola makannya tidak seimbang (mengonsumsi banyak mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang membuat kadar kolesterol LDL meningkat). Lemak jenuh terutama berasal dari daging dan produk olahan susu yang akan meningkatkan kadar kolesterol darah. Beberapa minyak tumbuhan yang dibuat dari buah kelapa, sawit, dan cokelat juga tinggi kadar lemak jenuhnya.
Selain pola makan yang tidak seimbang, faktor keturunan, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik dan olahraga, serta merokok merupakan penyebab umum kolesterol tinggi. Adapun kondisi kesehatan yang dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi di antaranya konsumsi alkohol yang berlebihan, diabetes, penyakit ginjal, penyakit liver, dan underactive thyroid gland yang disebut hypothyroidism.
Pada pasien dengan familial hypercholesterolemia (FH), terdapat pengurangan jumlah yang signifikan dari reseptor kolesterol LDL dalam hatinya.Pasien ini juga akan rentan menderita atherosklerosis dan serangan jantung pada usia muda. Sampai pada usia 45 tahun, laki-laki cenderung mempunyai kolesterol total yang lebih tinggi dibanding perempuan. Sebaliknya perempuan cenderung mempunyai tingkat HDL yang lebih tinggi. Karenanya laki-laki pada usia 40 tahunan mempunyai kemungkinan tingkat kematian akibat penyakit jantung empat kali lebih tinggi daripada perempuan pada usia yang sama.
Tetapi dengan berjalannya waktu, statistik ini berubah. Setelah menopause, tingkat LDL perempuan cenderung naik, dan tingkat HDL-nya menurun. Jadi, risiko penyakit jantungnya berlanjut naik bersamaan dengan usianya. Setelah menopause, perempuan cenderung mempunyai tingkat LDL yang lebih tinggi dibanding laki-laki pada usia yang sama.
Gejala
Pada sebagian besar kasus, penderita kolesterol tinggi (hiperkolesterol) tidak merasakan gejala sama sekali. Biasanya mereka baru mengetahui menderita hiperkolesterol setelah dinyatakan menderita penyakit jantung koroner atau stroke. Namun, sebagian orang merasakan sakit kepala dan pegal-pegal sebagai gejala awal. Gejala ini muncul sebagai akibat dari kurangnya oksigen. Kadar kolesterol yang tinggi menyebabkan aliran darah menjadi kental sehingga oksigen menjadi kurang.
Ketiadaan gejala yang khas membuat kita harus selalu waspada dengan melakukan tes kadar kolesterol secara teratur. Dokter menyarankan agar setelah usia 20 tahun kita melakukan tes kolesterol minimal lima tahun sekali. Tes bisa dilakukan di laboratorium atau dilakukan sendiri dengan menggunakan alat cholesterol-meter yang dapat langsung memeriksa kadar kolesterol dalam darah.
Apa yang harus dilakukan ketika hasil tes menunjukkan kadar kolesterolnya tinggi?
Dalam tes untuk memeriksa kolesterol dalam darah dikatakan tinggi jika total kolesterol diatas 240 mg/dl. Jika seseorang telah mendapatkan hasil tes yang menunjukkan kadar kolesterolnya tinggi, maka yang harus dilakukan adalah memulai merubah pola hidupnya menjadi lebih sehat. Meninggalkan kebiasan-kebiasan buruk seperti merokok dan meminum minuman keras. Menjauhkan diri dari stres, rajin berolah raga, mengurangi berat badan yang berlebihan dan mengonsumsi makanan-makanan sehat antikolesterol.
Diolah dari berbagai sumber



