BELANJA HEMAT

Pembayaran



Bank Mandiri Cabang Universitas Airlangga Surabaya

No 1410009833567

a/n Mochamad Soebecha

PEMBAYARAN PAYPALL

Jam Layanan

Senin s/d Jum'at
Jam 8.30 s/d 16.00

Sabtu :
Jam 8.30 s/d 14.00

 

Minggu & hari Besar : LIBUR

PEMBELIAN ONLINE BUKA SELAMA 24 JAM SEHARI 7 HARI SE MINGGU

Pengiriman kami lakukan jam 9.00 s/d 14.00 Setiap Hari.
Pembelian yang melebihi jam tersebut akan kami kirim pada hari beikut nya.

Who's Online

We have 6 guests online

Sariawan Pada Anak-Anak

  • PDF

Sariawan, tidak hanya dapat diderita oleh orang dewasa, malah dapat diderita oleh anak-anak atau balita. Dan biasanya bila anak-anak terkena sariawan, bukan hanya sakit saja yang dikeluhkan oleh orang tuanya, tetapi juga perubahan pola makannya. Yang semula anak-anak bisa makan banyak dan teratur, tetapi karena terkena sariawan, mendadak sulit makan. Lama-lama merembet ke sakit yang lain.  Yang menjadi pertanyaan banyak orang tua, mengapa anaknya yang semula makan teratur dengan menggunakan sayur dan buah yang cukup masih juga terkena sariawan? Apa yang salah dengan itu semua? Berikut ini akan kita ulas tentang sariawan, penyebabnya dan bagaimana penanganannya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semua.

Sariawan merupakan istilah yang biasa dipakai untuk menyebut gangguan pada mulut, apapun bentuk dan penyebabnya. Dengan penyebab yang beragam, bentuk dan tempat yang terkena sariawan pun berbeda. Lidah, bibir, bawah lidah, pipi bagian dalam, langit-langit mulut dan kerongkongan, merupakan tempat yang biasa dijangkit sariawan. Gangguan ini pun dapat dialami orang dewasa dan anak-anak, terutama yang kurang menjada kebersihan mulutnya akan mudah mengalami sariawan.

Mengingat penyebab yang tidak selalu sama, pengobatan terhadap sariawan pun berbeda. Kebanyakan masyarakat mengira bahwa gangguan sariawan adalah karena kekurangan vitamin C. Padahal, hal tersebut hanya merupakan salah satu penyebab sariawan. Kekurangan vitamin A dan B12, misalnya, juga dapat menimbulkan sariawan.

Dilihat dari gejala dan penyebabnya, gangguan sariawan bisa berupa:

  • Lidah berjamur (Orapharyngeal Camdidiasis)
    Gangguan ini sering dialami oleh bayi dengan gejala lidah berwarna putih tebal. Biasanya, hal ini dikaitkan dengan susu. Setelah menyusui, lidah bayi memang menjadi kotor oleh susu yang melekat pada lidah. Bila tidak sering dibersihkan, hal itu akan menjadi tempat yang baik bagi jamur untuk berkembang biak, yang lama kelamaan akan semakin menebal dan menimbilkan rasa perih.
    Cara menghilangkan jamur di lidah si kecil, bisa menggunakan kain kassa basah yang diusapkan secara perlahan pada lidah. Bila jamur sudah menebal, bekas yang ditinggalkan oleh usapan biasanya berupa warna merah seperti meradang. Umumnya, anak akan merasa sakit bila lidahnya dipaksa untuk bergerak, misalnya untuk mendorong makanan. Untuk mencegah tumbuhnya jamur pada lidah dapat dilakukan dengan menyeka lidah dan gusi secara teratur atau memberi air putih pada bayi setelah menyusu.
  • Bibir kering dan pecah-pecah (Cheilitis)
    Pada anak-anak, gejala gangguan ini diikuti dengan rasa panas di seputar bibir. Penyebabnya adalah zat-zat tertentu pada makanan atau pada mainan yang langsung mengenai bibir.Atau, bisa juga karena bibirnya peka terhadap sinar matahari. Kondisinya akan menjadi lebih parah bila bibir silih berganti dibasahi dengan lidah kemudian kering dengan sendirinya karena angin, terutama pada saat cuaca dingin. Untuk mencegahnya, dapat menggunakan salep khusus secara teratur.
  • Mukosel (Mucocele)
    Sariawan jenis ini berupa gelembung-gelembung kecil kebiruan, terletak di bibir bawah dan jarang menyerang bibir atas, langit-langit mulut, selaput lendir, lidah dan dasar mulut. Gelembung-gelembung ini bisa bertahan lama sampai sebulan lebih sebelum akhirnya pecah. Gejala ini bisa terjadi berulang-ulang.
  • Lidah retak (Fissured tongue)
    Lidah retak merupakan kelainan bentuk yang berupa kerutan-kerutan atau lekukan-lekukan pada permukaan lidah bagian belakang. Kelainan bawaan yang disebabkan oleh penyatuan dua bagian lidah yang tidak sempurna ini, cukup sering dialami oleh anak-anak. Penyebabnya, bisa karena infeksi, luka, kurang gizi atau kurang vitamin A. Banyak juga penderita gangguan ini yang mempunyai peta atau gambaran pada lidahnya. Bila tidak dirawat dengan hati-hati, makanan dapat terperangkap di dalam belahan, yang mengakibatkan iritasi, radang dan membusuk sehingga menimbulkan bau busuk pada mulut.Untuk mencegah agar tidak terjadi pembusukan, lidah perlu dibersihkan dengan menggunakan sikat gigi yang lembut.
  • Luka-luka sariawan (Aphthous Stomatitis)
    Gangguan ini biasanya disertai dengan rasa sakit pada bibir atau selaput lendir di lidah dan bagian lidah, langit-langit mulut atau selaput lendir pada gusi. Luka-lukanya berwarna kemerahan. Umumnya, penderita sariawan jenis ini memiliki latar belakang keluarga yang memiliki gangguan seperti ini.
    Banyak faktor penyebab luka-luka sariawan yang kondisinya menunjukkan gangguan pada mulut. Misalnya saja, trauma, stres, kurang zat besi atau ferritin, kurang vitamin B12.
  • Lidah berpeta (Gegraphic Tongue)
    Gangguan ini ditandai dengan adanya garis-garis tegas pada lidah yang bisa hanya satu atau dua garis tebal, tidak teratur, lembut, dan bercak-bercak merah. Hal ini disebabkan oleh berhentinya pertumbuhan butiran-butiran yang berbentuk seperti benang pada lidah dan permukaan jaringan penutup, serta adanya garis abu-abu  yang menghalangi butiran-butiran tersebut, yang semain lama semakin menebal.
    Gejala gangguan ini adalah adanya luka atau iritasi di lidah, atau bisa juga keduanya. Kondisinya bisa menjadi lebih buruk bila penderita mengalami stres atau memakan makanan panas atau minuman panas, menderita anemia, diabetes mellitus, serta dermatitis (penyakit kulit) turunan. Sariawan ini tidak dapat diobati selain harus tenang. Umumnya penderita sariawan ini memiliki kecenderungan alergi, seperti asma. Pada suhu dingin, banyak anak-anak yang memiliki kecenderungan alergi akan mengalami gangguan sariawan ini.

Tidak selalu ada obatnya

Mengingat penyebab sariawan sangat beraga dengan gejala yang berbeda, maka penanganannya pun sebaiknya melalui pendekatan yang berbeda. Oleh karena itu, mengobati sariawan dengan mengkonsumsi vitamin C tidak selalu tepat.

Penyebab sariawan penting untuk diketahui sebelum menentukan pengobatannya, karena sariawan tidak selalu berdiri sendiri. Sariawan yang disebabkan oleh stres, biasanya terjadi berulang dan tidak dapat diobatiselain mencari dahulu penyebab stresnya. Penyebab stres pada anak-anak memang sulit diketahui meskipun hal ini mungkin saja terjadi. Meskipun sariawan tidak berbahaya bagi anak-anak, tetapi hal itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena, salah satu akibat gangguan ini adalah anak menjadi sulit makan. Akibatnya, kondisi badan anak menjadi menurun.

Untuk mengetahui penyebab dan pengobatannya, konsultasikanlah dengan dokter anak Anda. Biasanya dokter akan memberi obat yang hanya bersifat paliatif, yaitu menghilangkan rasa sakit agar anak dapat tetap makan. Kecuali, bila gangguan ini disebabkan oleh jamur, yang biasanya anak akan diberi obat tetes anti jamur. Tetapi, usaha yang paling baik untuk dilakukan adalah mencegahnya, yaitu selalu menjaga kebersihan mulut. Usahakan agar jangan ada makanan yang mengendap di dalam mulut. Hindari kebiasaan anak mengemut makanan, karena di dalam mulutnya banyak selipan-selipan yang menjadi tempat subur untuk berkembang biaknya kuman-kuman.

Sumber: dr. Alan R. Tumbelaka, Sp.AK/Majalah AyahBunda